ANALISIS BIAYA PEMASARAN IKAN TERAMBAK AIR LAUT MENURUT DAERAH PEMASARAN PADA UD MUTIARA.
ABSTRAKS
Biaya pemasaran mencakup semua biaya yang terjadi sejak produk selesai diproduksi sampai dengan produk diubah kembali dengan bentuk uang. Dengan demikian biaya pemasaran meliputi biaya pergudangan, advertensi, penjualan, pembungkusan dan pengepakan, kredit dan penagihan, dan akuntansi pemasaran. Oleh karena itu, biaya pemasaran perusahaan menjadi bagian penting dari keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan, karena pentingnya biaya pemasaran bagi perusahaan maka penulis membantu perusahaan untuk mengetahui didaerah mana yang hasil penjualannya lebih banyak, untuk mengetahui didaerah mana yang biaya pemasarannya lebih tinggi dan untk mengetahui didaerah mana yang lebih baik dalam meningkatkan laba bersih perusahaan menurut daerah pemasaran.
Atas kesimpulan diatas penulis tergerak untuk melakukan observasi langsung dan untuk mengetahuianalisis biaya pemasaran ikan terambak air laut pada UD MUTIARA yang berlokasi di Jalan Pantura, Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara menurut daerah pemasaran.
Setelah melakukan penelitian dan menganalisanya, penulis menarik kesimpulan bahwa laba yang diperoleh tiap daerah pemasaran adalah Muara Angke sebesar Rp 13.663.414,6 dan Rp 26.690.267,3 untuk daerah Pulau Wisata. Namun, bila dilihat dari potensi biaya pemasarannya dalam meningkatkan laba bersih perusahaan yang diperoleh dengan membagi antara prosentase biaya pemasaran dengan prosentase laba disetiap daerah adalah sebesar 1,4 kali untuk Muara Angke dan 0,8 kali untuk Pulau Wisata. Daerah yang hasil penjualannya lebih banyak adalah daerah Pulau Wisata, biaya pemasarannya lebih tinggi adalah daerah Pulau Wisata dan daerah pulau wisata juga termasuk daerah yang lebih baik dalam meningkatkan laba bersih perusahaan.
(Daftar Pustaka 1990 - 1998)
Nama: Fachrul Rizki Ramandha
Kelas: 3 eb05
NPM: 20207422
Dosen: Istichanah
Mata kuliah: Riset Akuntansi (soft skill)
Perencanaan Investasi Program Asuransi Dwiguna Taspen Dengan Mempergunakan Pemrograman Linier
Investasi-Asuransi Dwiguna -PT Taspen
Abstraksi
Peran perusahaan asuransi dalam pembangunan nasional adalah sebagai salah satu altematif pembiayaan untuk melakukan investasi, yang berarti perusahaan asuransi menerima pembayaran dalam bentuk premi dan para nasabahnya untuk diakumulasikan dan kemudian akan mengalokasikannya dalam bentuk investasi untuk sektor-sektor yang produktif (financial intermediary). Peran lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah adanya kemampuan perusahaan asuransi untuk menjamin keamanan masyarakat secara ekonomi yang sudah tidak produktif lagi (memasuki usia pensiun). Di Indonesia pemberian jaminan dalam bentuk pensiun bagi para pegawai negeri sipil dilakukan oleh perusahaan asuransi sosial yakni PT. Taspen (Persero). Salah satu produk dan perusahaan tersebut adalah melaksanakan program Tabungan Hari Tua (THT), salah satu bentuknya yakni Program Asuransi Dwiguna, yang wajib untuk diikuiti seluruh pegawai negeri sipil. Pembayaran premi program tersebut diambil dari prosentase tertentu gaji para pesertanya setiap bulan, sedangkan lama pelaksanaan program rata-rata 30 tahun, yaitu sampai dengan saat para pesertanya mencapai usia pensiun. Dalam kegiatan investasinya, perusahaan asuransi harus menaati regulasi dan ketentuan pemerintah tentang investasi, kewajiban perusahaan terhadap potensi klaim para tertanggung untuk setiap periodenya, serta kebijakan manajemen perusahaan itu sendiri dalam kegiatan investasi. Selain itu perusahaan juga dituntut untuk mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang paling maksimal dari seluruh kegiatan investasinya. Salah satu metode yang dapat dipergunakan dalam kegiatan investasi perusahaan dalam mencapai tingkat keuntungan maksimal dengan batasan-batasan yang ada, adalah dengan menggunakan metode pemrograman linier. Dalam metode ini seluruh batasan dan tujuan perusahaan dalam kegiatan investasi diformulasikan ke dalam model matematis. Proses optimasi dari model yang terbentuk dilakukan dengan bantuan program aplikasi komputer Quantitative System for Bussiness (QSB).
Kamis, 15 April 2010
Nama: FACHRUL RIZKI RAMANDHA
NPM: 20207422
Kelas: 3EB05
Mata Kuliah: RISET AKUNTANSI (soft skill)
Nama Dosen: ISTICHANAH
1.Hasil penelitian akuntansi dari majalah ilmiah yaitu: PENULISAN ILMIAH
a. Judul: ANALISIS KERUGIAN PIUTANG
b. Penulis
Nama : Usman Ari Widodo
NPM: 21201959
c. Waktu Penerbitan: 2004
d. Lembaga Penerbit: UNIVERSITAS GUNADARMA
Komponen-komponen dalam PENULISAN ILMIAH tersebut
Dalam menyusun penulisan ilmiah ini, penulis menyusunnya secara sistematis ke dalam lima bab, yaitu :
BAB I.PENDAHULUAN
Pada bab ini berisikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah , batasan masalah , tujuan penelitian dan sistematika penulisan
BAB II.LANDASAN TEORI
Pada bab ini menjelaskan pengertian dari manajemen pemasaran, manajemen stategi, dan juga proses perumusan strategi perusahaan dan memberikan dasar-dasar analisa struktur industri dan pesaing.
BAB III.GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Dalam bab ini diuraikan mengenai sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan kegiatan perusahaan.
BAB IV.PEMBAHASAN
Bab ini berisikan tentang inti penulisan ilmiah, yakni tentang analisis strategi perusahaan yang diterapkan pada CV. Robbani Press. Dari hasil analisa tersebut akan diambil suatu pemecahan menggunakan analisa SWOT.
BAB V.PENUTUP
Kesimpulan dan saran.
3.Identifikasi penelitian yang saya pilih adalah APPLIED RESEARCH
Sebelum masuk kedalam pembahasan Tujuan dan Manfaat dilakukannya Audit Pemasaran, sebaiknya kita harus mengetahui definisi dari Audit Pemasaran itu sendiri. Audit Pemasaran adalah suatu bentuk pengujian yang komprehensif, sistematis, independen dan dilakukan secara periodik terhadap lingkungan pemasaran baik itu dari segi tujuan, strategi, dan aktifitas perusahaan atau unit bisnis untuk menentukan peluang dan permasalahan yang terjadi, serta memberikan rekomendasi rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan.
Selanjutnya didalam Audit pemasaran terdapat dua tipe audit pemasaran, yaitu:
audit fungsional (vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas dari departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan membuat analisis terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut.
audit menyeluruh (horizontal), yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi pemasaran perusahaan.
Dalam penentuan tipe audit yang digunakan tergantung dari perusahaan itu sendiri akan seberapa penting audit pemasaran dibutuhkan oleh perusahaan dan seberapa besar pula dana yang sanggup dikeluarkan perusahaan tersebut untuk melakukan audit pemasaran, karena untuk melakukan audit menyeluruh diperlukan dana yang cukup besar.
Berdasarkan dari definisi audit pemasran tersebut, dapat kita simpulkan tujuan diadakannya audit pemasaran itu sendiri, yaitu bertujuan untuk mencari dan mengidentifikasikan masalah-masalah atau ancaman-ancaman pemasaran yang mungkin akan atau sedang dihadapi oleh perusahaan dan membuat sebuah perencanaan perbaikkan yang perlu dilakukan untuk mengatasi dan menghilangi masalah-masalah tersebut, sehingga diharapkan aktifitas pemasaran dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Sedangkan manfaat yang dapat kita peroleh dari diadakannya audit pemasaran ini adalah hasil audit dapat memberikan sebuah gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Jadi sebuah audit pemasaran merupakan salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan untuk dioptimalisasi agar kinerja pemasaran perusahaan dapat dioptimalisasi juga, sehingga tujuan dari perusahaan untuk kinerja yang efektif dan efisien dapat tercapai.
SARAN dan OPINI
Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan audit merupakan suatu cara untuk membantu manajemen memilih suatu posisi dalam lingkungan berdasarkan factor-faktor yang diketahui. Serta pada audit pemasaran terdapatsuatu kumpulan bukti yang substansial dan berkembang dengan mengusulkan bahwa, kinerja suatu organisasi di pasar dipengaruhi secara signifikan dan secara langsung oleh persepsi stratest mengenai 3 faktor, yaitu :
Posisi pasar organisasi sekarang
Sifat dari peluang dan ancaman
Kemampuan organisasi menanggulangi perkembangan lingkungan
harus sesuai dengan usaha atau kegiatan dan proses produksi
yang diaudit. Audit lingkungan tidak akan beraiti kecuali Ha
kinerja usaha atau kegiatan dapat dibandingkandengan standar
yang digunakan
(d) Laporan tertulis.
Laporan harus mernuat hasH pengamatan dan fakta-iakta penun
serta dokumentasi terhadap proses produksi. Seluruh data dan
basil temuan barus disajikan dengan letas dan akurat, serla
dilandasi dengan bukt’ yang sahib dan terdokumentasi.
SARAN DAN OPINI
Menurut saya audit lingkungan sangat bagus karna banyak berpengaruh terhadap kehidupan manusia tersebut. Oleh karna itu setiap manusia harus wajib bekerja sama untuk melestarikan audit lingkungannya tersebut.